Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Masya Allah,Dengan Wudhu Dapat Bantu Cegah Kanker Kulit

Admin 2     02.20    



Sebelum menunaikan ibadah Salat, semua umat Muslim diwajibkan berwudhu, tak sekedar menjaga kesucian, tetapi juga dapat mencegah beragam masalah kesehatan.
Ya, berwudhu sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Terlebih, hal baik ini juga mencegah Anda dari kanker kulit lho.
Karenanya, setiap berwudhu Anda selalu mencuci beberapa bagian kulit organ tubuh. Seperti halnya wajah, rambut, tangan, hingga kaki. Bagian tubuh ini juga rawan terpapar polusi dan berkeringat.
Jika kulit mengalami pencemaran dari sekresi internal tubuh ke permukaan kulit, seperti keringat, akan menimbulkan bakteri atau kuman. Hal ini membuat Anda rentan mengalami infeksi.
Disitat Prayerinislam, membasuh kulit saat berwudhu juga menghindarkan Anda dari kanker kulit. Karenanya, kulit tetap terhidrasi oleh air yang mampu menjaga kelembabannya.

Jika sudah tahu manfaatnya demikian, apakah Anda tetap meninggalkan berwudhu dan salat lima waktu?
(lifestyle.okezone.com)

Rabu, 31 Agustus 2016

Sejarah Awal Dari Tahun Gajah Dan Kakeknya Rasulullah, Abdul Muthallib Peranannya

Admin 2     03.10    




Kisah ini akan membuat kita memahami bagaimana kondisi saat tahun kelahiran Rasulullah, yakni tahun gajah. Setelah penduduk Nasrani di Yaman dibakar hidup-hidup oleh rajanya, ada satu orang yang selamat. Orang ini berpergian untuk menemui kaisar Romawi.
Ia menemui kaisar Romawi karena ia beragama Kristen. Orang-orang ini berasal dari aliran Kristen yang berbeda. Saat itu bangsa Romawi sudah mengadopsi trinitas dan ketuhanan Isa as.
Orang yang selamat ini menceritakan apa yang telah ia alami dan meminta pertolongan. Kaisar Romawi berkata, “Kami berada terlalu jauh dari Yaman. Yang bisa  saya lakukan adalah mengirimkan pesan ke Najasyi raja Habsyi. Ia akan menolongmu.” Raja Najasyi dari Habsyi (Ethiopia) juga beragama Kristen.

Strategi curang Dhu Nawas

Najasyi mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Aryat. Pasukan Aryat menyerang Yaman dan bertarung dengan Dhu Nawas. Saat Dhu Nawas mengalami kekalahan, ia bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke Laut Merah.
Setelah kemenangan itu Habsyi menguasai Yaman. Ini mereka lakukan untuk membalas dendam umat Kristiani yang dibunuh oleh orang-orang Yahudi Yaman. Aryat menguasai Yaman untuk beberapa lama. Hingga salah satu jenderalnya memberontak dan orang Habsyi di Yaman kini terbagi 2 faksi, kelompok pendukung Aryat dan kelompok lain dipimpin oleh Abrahah.
Aryat berkata pada Abrahah, “Jika kita saling bertempur, penduduk asli Yaman akan mengambil alih kekuasaan. Bagaimana kalau kita bertarung satu lawan satu?” Abrahah membuat perjanjian rahasia dengan pengawalnya. Jika mereka melihat Abrahah kalah, mereka akan ikut membantu.
Aryat ini perawakannya tinggi sementara Abrahah pendek dan gemuk. Ada orang-orang di sekeliling mereka saat keduanya bertarung. Aryat berhasil menebas Abrahah hingga hidungnya terpotong. Saat itulah pengawal Abrahah datang dan membunuh Aryat.

Kisah di balik sejarah tahun Gajah, tahun kelahiran Muhammad

Sekarang Abrahah mengambil alih kekuasaan sebagai pemimpin Yaman. Abrahah ingin mengubah agama penduduk dan memaksa mereka menganut agama Kristen. Selain itu karena orang-orang Arab sangat terikat dengan Kabah, ia memutuskan untuk membuat tandingan Kabah di Yaman.
Abrahah membangun katedral besar yang disebut Al-Qullais. Bangunan ini digambarkan sebagai karya seni yang mengagumkan. Katedral ini didesain untuk mengalahkan Kabah. Seorang pria tidak suka katedral ini. Ia masuk ke Qullais lalu buang air besar. Kotorannya ini ia sebarkan di dinding katedral lalu melarikan diri.
Abrahah marah besar. Ia memutuskan kalau ia harus menghancurkan Kabah. Abrahah membawa satu pasukan besar dan berangkat ke Mekkah. Di perjalanan ada beberapa pemberontakan dari pasukannya. Salah satu pemimpin kabilah bernama Nufail melawan. Namun ia berhasil dikalahkan dan ditangkap  sebagai tawanan perang.
Saat Abrahah mencapai Thaif. Penduduk Thaif membantu Abrahah dan salah satunya menawarkan diri untuk menjadi penunjuk arah. Orang ini bernama Abu Raghadi.
Abu Raghadi berangkat bersama pasukan Abrahah namun beberapa saat setelah meninggalkan Thaif, ia meninggal. Orang-orang Arab sangat kesal pada Aryat. Mereka membangun tugu untuk memperingati kematiannya. Tugu itu mereka lempari batu karena pengkhianatan Aryat.
Abrahah akhirnya tiba di perbatasan kota Mekkah. Ada beberapa penggembala dengan unta-untanya di sana. Abrahah merampas unta-unta mereka. Unta-unta ini ternyata milik kakek Rasulullah saw, Abdul Muttallib.
Abdul Muttallib pergi menemui Abrahah. Abdul Muttallib ternyata sahabat Nufail, yang ditangkap sebagai tawanan perang. Selama perjalanan menuju Mekkah, Nufail menjadi  bersahabat dengan Unais, salah satu orang penting di prajurit Abrahah. Unais adalah pengendara gajah.
Abdul Muttallib menemui Nufail dan mengatakan kalau ia ingin bertemu Abrahah. Nufail berkata kalau ia akan mengatur waktu bertemu lewat temannya Unais. Pertemuan dnegan Abrahah pun berhasil dibuat oleh Unais, Abrahah menyambut Abdul Muttallib.
Abrahah datang. Ia dikenal sebagai orang dengan perawakan yang kuat. Orang-orang akan terkagum-kagum hanya dengan melihatnya. Saat Abdul Muttallib masuk, Abrahah menaruh hormat padanya walau mereka belum sempat berbicara.
Biasanya saat orang-orang menemui Abrahah, ia akan duduk di singgasananya sementara orang-orang akan duduk di bawah kakinya. Saat Abrahah melihat Abdul Muttallib, ia merasa tidak nyaman melihat Abdul Muttallib duduk di bawah kakinya. Namun ia juga tidak mau Abdul Muttallib duduk di atas singgasananya. Abrahah pun turun dari singgasananya dan duduk di lantai bersama Abdul Muttallib. Abrahah meminta penerjemah untuk menanyakan keinginan Abdul Muttallib.
Tanpa basa-basi, Abdul Muttallib berkata  pada penerjemah, “Abrahah telah merampas 200 unta milikku. Saya ingin unta-unta itu dikembalikan.” Abrahah membalas, “Saat melihatmu, saya merasa penuh hormat. Namun kini rasa  hormat itu lenyap. Saya datang untuk menghancurkan kehormatanmu dan juga kehormatan nenek moyangmu. Saya datang untuk menghancurkan kehidupanmu. Saya datang untuk menghancurkan Kabah. Dan kau hanya memintaku untuk mengembalikan unta?”
“Saya adalah pemilik unta. Saya bertanggung jawab atas unta-unta itu. Sementara rumah ini milik Allah. Allah akan melindunginya,” jawab Abdul Muttallib. Abrahah pun memerintahkan pasukannya untuk mengembalikan unta-unta Abdul Muttallib.
Saat kembali ke Mekkah, Abdul Muttallib mengumumkan, “Jangan berperang, keluarlah dari Mekkah.” Abdul Muttallib memberi instruksi yang sangat jelas. Mereka semua pergi ke atas gunung. Abdul Muttallib menjadi orang terakhir yang meninggalkan Mekkah. Sebelum berangkat ia menggantungkan kain Kabah di pegangan pintu Kabah. Ia berdoa supaya Allah melindungi rumah ini lalu pergi.
Abrahah memerintahkan pasukannya untuk maju. Namun gajah menolak untuk maju. Saat mereka memalingkan gajah ke arah yang berlawanan dari Mekkah, gajah mau berlari. Namun ketika menghadap  Mekkah, gajah hanya duduk  diam. Inilah keajaiban yang Allah turunkan.
Namun ada satu riwayat yang mengisahkan kalau Unais berhasil melepaskan rantai gajah lalu berbicara di telinga gajah, “Ini adalah rumah Allah, jangan serang.” Lalu Unais melarikan diri. Apa pun penyebabnya, gajah menolak untuk bergerak.
Mereka mulai menyiksa gajah, menusuk-nusuknya dengan  tombak. Walau berdarah, gajah tetap tak mau bergerak. Pasukan Abrahah pun memutuskan untuk berperang tanpa bantuan gajah. Namun saat mereka mulai bergerak, Allah swt mengirimkan pasukan-Nya.
Makhluk apa pun bisa menjadi pasukan Allah, baik itu air, angin, maupun binatang-binatang. Allah mengirimkan pasukan burung. Tiap burung membawa misil yang dihujankan ke pasukan Abrahah dan menghancurkan mereka. Kejadian ini Allah catat dalam Surat Al-Fil.
Kejadian ini berlangsung pada tahun Rasulullah saw dilahirkan. Rasulullah saw dilahirkan pada tahun gajah.(satujam.com)

Kisah Terjadinya Peperangan Khaibar

Admin 2     02.42    





Perang Khaibar adalah salah satu dari peperangan kaum muslimin yang terjadi dimasa Rasullah SAW.Yang mana pada mulanya kaum Yahudi dan kaum muslimin hidup berdampingan secara damai di Kota Madinah. Tetapi karena kaum Yahudi banyak melakukan pelanggaran terhadap janji yang sudah disepakati, maka Nabi Muhammad SAW mengusir mereka untuk keluar dari Madinah.
Setelah diusir oleh Nabi Muhammad SAW, kaum Yahudi menempati daerah Khaibar yang jaraknya sekitar 150 Km dari Kota Madinah atau sekitar 3 hari perjalanan darat.
Kaum Yahudi yang memiliki dendam terhadap kaum muslimin terus menyusun strategi untuk melakukan pembalasan. Secara kuantitas jumlah mereka sedikit, tetapi kaum Yahudi sangat cerdik dalam menyusun strategi perang.
Mereka membentuk benteng-benteng yang berlapis dan kokoh, bahkan sekelas pasukan Romawi pun tidak sanggup menembus benteng-benteng Khaibar.
Pada tahun ketujuh hijriah, Nabi Muhammad SAW dan pasukan kaum muslimin yang berjumlah 1400 berangkat menuju Khaibar. Pasukan kaum muslimin sudah tiba sebelum waktu subuh dan membuat orang-orang Yahudi terkejut.
Awalnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhum memegang komando pasukan dan memegang bendera perang. Tapi mereka belum berhasil menembus benteng pertahanan Khaibar.
Esoknya Rasulullah SAW menyerahkan komando dan bendera perang kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Di bawah komdando Ali bin Abi Thalib, pasukan kaum muslimin berhasil menembus satu demi satu benteng pertahanan kaum Yahudi.
Peperangan Khaibar dimenangkan oleh umat islam di bawah komando Ali bin Abi Thalib. Jumlah pasukan yang syahid dari kalangan umat islam sekitar belasan orang sedangkan jumlah pasukan yang meninggal dari kalangan umat Yahudi mencapai puluhan orang.
Ternyata tidak sampai di sini saja perlakuan umat Yahudi terhadap kaum muslimin, meskipun mereka sudah kalah di Perang Khaibar, tetapi umat Yahudi kembali menyusun strategi untuk melumpuhkan umat islam.
Salah seorang wanita Yahudi berniat membunuh Nabi Muhammad SAW dengan cara menyuguhkan hadiah berupa daging yang sudah dicampuri racun kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.
Tatkala Nabi Muhammad SAW memakannya, daging tersebut berkata kepada Nabi SAW bahwa ia sudah dicampur dengan racun. Seketika itu Nabi Muhammad langsung memuntahkannya kembali.
Sedangkan sahabat Nabi yang bernama Bisri bin Baru radhiallahu ‘anhu meninggal dunia pada waktu itu setelah memakan daging tersebut. Akhirnya Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk mencari wanita itu untuk dibunuh sebagai qishosh. 
(satujam.com)

Minggu, 28 Agustus 2016

Saksi Bisu Sejarah Peradaban Islam Dunia Ada Di 7 Kota Berbagai Negara

Admin 2     10.59    





Sejarah perkembangan peradaban Islam yang panjang meninggalkan banyak kisah yang menarik untuk diketahui. Nah 7 kota berikut ini merupakan 'saksi bisu' dari berbagai kisah dan peristiwa bersejarah dalam perkembangan Islam.

1. Alexandria, Mesir
Alexandria yang dahulunya dikenal dengan nama Iskandariyah terletak 225 kilometer dari Kairo, Mesir. Kota ini dijuluki The Pearl of the Mediterranean. Di kota ini terdapat Masjid Attarine yang semula merupakan gereja, kemudian diubah menjadi masjid ketika Arab berkuasa. Di kota ini terdapat pula masjid bersejarah, Masjid Abu Al Abbas Mursi yang merupakan masjid terbesar di kota itu.
Ada pula Benteng Qaitbay yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Qaitbay tahun 1480, serta perpustakaan Universitas Iskandariyah yang merupakan perpustakaan tertua dan super besar.

2. Yerussalem, Israel
Kota ini merupakan kota penting bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen. Bagi umat Muslim, bagian yang paling penting dari kota ini adalah Masjid Al Aqsa dan Masjid Qubbat As Sakhrah atauDome of the Rock yang terdapat di wilayah Haram Al Syarif. Masjid Al Aqsa menjadi saksi penting dalam peristiwa Isra Miraj.
Sementara itu Masjid Qubbat As Sakhrah dahulunya merupakan Masjid Khalifah Umar yang kemudian dipugar dan diperluas oleh Khalifah Al Malik. Namun sayangnya, masjid ini hancur akibat gempa dan digantikan dengan Masjid Fatimiyah yang dibangun pada awal abad ke-10.

3. Amman, Yordania
Di Kota Amman terdapat peninggalan Nabi Musa AS dan Nabi Syuaib AS. Ada pula makam Abdul Rahman Ibn Awf Al Zuhri yang merupakan peninggalan masa perang Islam, seperti Perang Badar, Uhud, dan Mekah. Makam muazin yang terkenal pada masa Rasulullah SAW, Bilal Ibn Rabah serta Gua Ashabul Kahfi yang disebut dalam Al Quran juga terdapat di kota ini.

4. Fes, Maroko
Kota Fes sering dijuluki sebagai Mecca of West. Kota ini merupakan salah satu kota kerajaan tertua di dunia. Kawasan kota tuanya yang disebut sebagai Fes El Bali ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.
Salah satu yang menarik, di kota ini terdapat University of Al Kairaouine yang didirikan sejak 859 sebelum Masehi, dan Masjid Kairaouine yang bisa menampung hingga 20 ribu jamaah.

5. Qom, Iran
Kota Qom terletak sekitar 35 km dari ibukota Teheran. Kota ini disebut kota suci karena terdapat makam putri kesayangan Nabi Muhammad SAW, Fatimah. Selain itu, Banyak pula ulama dan ilmuwan Islam yang tinggal ataupun dimakamkan di tempat ini. Pemimpin revolusi Iran, Imam Khoeini pun menuntut ilmu di kota ini.

6. Granada, Spanyol
Kota yang terletak di sebelah selatan Madrid ini dahulunya pernah menjadi pusat ilmu keislaman terbesar dan merupakan pusat perkembangan kebudayaan Islam pada masa kekuasaan Bani Ahmar. Pada masa itu dibangun pula sebuah istana indah bernama Al Hambra yang hingga kini masih berdiri kokoh di Granada.

7. Istanbul, Turki
Kota ini dulu bernama Konstantinopel sebelum akhirnya diubah menjadi Istanbul oleh Kerajaan Ottoman di bawah pimpinan Sultan Muhammad II. Nama Istanbul berarti 'kota Islam'. Sejumlah bangunan menjadi saksi kejayaan Islam pada masa Ottoman. Contohnya Hagia Sophia, sebuah bangunan peninggalan zaman Bizantium yang awalnya merupakan gereja, kemudian diubah menjadi masjid, dan kini menjadi museum.
Kemudian di kota ini ada pula Topkapi Palace, istana raja pada abad ke-15 sampai 17 yang ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO dan kini berfungsi sebagai museum. Topkapi Palace menyimpan banyak benda peninggalan Rasulullah SAW, seperti pedang, mantel, gigi hingga jejak telapak kaki. (Berbagai Sumber/dream.co.id)

Kamis, 25 Agustus 2016

Tradisi Bersantap Turun -Temurun Masyarakat Arab Di Hari Raya Idul Adha

Admin 2     09.11    



HARI raya keagamaan selalu disertai dengan acara makan-makan. Tradisi ini juga dilakukan sebagian besar masyarakat Islam di Arab saat merayakan hari raya Idul Adha. Seperti apa jenis makanan dan minuman yang tersaji dan bagaimana tradisi menyantapnya, yuk simak.
Dilansir dari FoodbyCountry, Selasa (23/8/2016), Idul Adha selalu diisi dengan kegiatan menyembelih hewan kurban dan membagikannya ke masyarakat yang membutuhkan. Namun disamping itu, masyarakat dengan sukacita akan menyajikan banyak makanan dan minuman yang biasa disantap bersama keluarga besar.
Beberapa makanan yang tersaji antara lain adalah sup, sayuran, salad kacang atau tabouleh, hummus, nasi dan juga roti pita khas Arab. Sebagai makanan pembuka dan snack camilan, beberapa makanan seperti kurma, kismis dan kacang-kacangan bisa disantap sepanjang waktu.
Masyarakat Arab menyantap makanan dengan cara lesehan. Sebuah karpet digelar untuk menikmati makanan, setiap orang duduk dengan cara bersila. Piring dibagian dengan cara mengoper antara satu orang ke orang lain. Menyantap makanan juga harus menggunakan tangan, disediakan air dalam wadah untuk mencuci tangan.
Untuk menu minumannya, beberapa yang tak pernah absen adalah teh arab, kopi arab, buttermilk, cola dan minuman yogurt yang dikenal dengan sebutan lassi. Pria di Arab menjadikan ritual minum kopi sebagai tradisi yang tak boleh terlewatkan. Kopi dengan campuran rempah-rempah ini dipercaya memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan.

Jika Anda minum kopi karena memenuhi undangan, cobalah meminum kopi dengan jumlah ganjil misalnya satu cangkir, tiga cangkir atau lima cangkir. Hal ini menandakan kesopanan dan dianggap sebagai ungkapan terima kasih kepada tuan rumah.(okezone.com)

Selasa, 09 Agustus 2016

Riwayat Ka'Bah Dari Masa Ke Masa

Admin     10.11    


Awalnya, Mekkah hanyalah sebuah hamparan kosong. Sejauh mata memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zamzamlah yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu menjadi sebuah komunitas kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam.

Bangunan persegi bernama Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu sekaligus pusat ibadah seluruh umat Islam. Mengunjunginya adalah salah satu dari rukun Islam, Ibadah Haji.

Ka’bah masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan diperkirakan masih terus berdiri hingga kiamat menjelang. Beberapa generasi pernah menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai kemelut menyelimutinya.

Adalah Ismail, putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, yang kaki mungilnya pertama kali menyentuh sumber mata air zamzam. Akibat penemuan mata air abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim ke Kanaan di tengah padang, tiba-tiba kedatangan banyak musafir. Beberapa memutuskan untuk tinggal, beberapa lagi beranjak.

Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil tersebut. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan penghormatan dan prestise tertinggi.

Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.
Tercatat, 1500 SM adalah merupakan tahun pertama Ka’bah kembali didirikan. Berdua dengan putranya yang taat, Ismail, Ibrahim membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.
Bangunan mereka semakin tinggi dari hari ke hari, dan kemudian selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Bangunan awal tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu.

Celah di salah satu sisi bangunan diisi oleh batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh.

Batu ini istimewa, sebab diberikan oleh Malaikat Jibril. Hingga saat ini, jutaan umat Muslim dunia mencium batu ini ketika berhaji, sebuah lelaku yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad.

Selesai dibangun,  Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.

Karena tidak beratap dan bertembok rendah, sekitar dua meter, barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan hal ini, terlebih dahulu bangunan awal harus dirubuhkan.
Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang yang pertama kali merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan yang baru.

Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi juga pernah dilakukan pasca banjir besar melanda. Perselisihan muncul di antara keluarga-keluarga kaum Quraisy mengenai siapakah yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke tempatnya di Ka’bah.

Rasulullah berperan besar dalam hal ini. Dalam sebuah kisah yang terkenal, Rasulullah meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama dengan menggunakan secarik kain. Ide ini berhasil menghindarkan perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.

Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi, Ka’bah terletak di ruang sempit terbuka di tengah sebuah mesjid yang kini dikenal dengan Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu mesjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap mesjid diperluas, ditambah dengan beberapa menara. Renovasi dirasa perlu, menyusul semakin berkembangnya Islam dan semakin banyaknya jemaah haji dari seluruh jazirah Arab dan sekitarnya.

Wajah Masjidil Haram modern dimulai saat renovasi tahun 1570 pada kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur tahun inilah yang kemudian dipertahankan oleh kerajaan Arab Saudi hingga saat ini.

Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz adalah raja pertama yang menyandang gelar Penjaga Dua Mesjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pada pemerintahannya, Masjidil Haram diperluas hingga dapat memuat kapasitas 48.000 jemaah, sementara Masjid Nabawi diperluas hingga dapat memuat 17.000 jemaah.

Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram diperluas hingga memuat satu juta jemaah. Renovasi ketiga selesai pada tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada renovasi ketiga ini, sebanyak 500 tiang marmer didirikan, 18 gerbang tambahan juga dibuat. Selain itu, berbagai perangkat modern, seperti pendingin udara, eskalator dan sistem drainase juga ditambahkan.

Saat ini, pada masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul-Aziz, renovasi keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencananya, Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar mesjid dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jemaah. Jika rampung, bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jemaah.

Banjir Ka’bah
Bencana alam yang mungkin sering terjadi di wilayah Mekkah adalah banjir. Terbesar tentu saja pada masa banjir bandang Nabi Nuh. Kala itu seluruh bangunan Ka’bah runtuh. Banjir juga terjadi beberapa kali di masa Nabi Muhammad. Sepeninggalnya, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, banjir merusak dinding-dinding Ka’bah.

Salah satu banjir yang sempat terdokumentasikan adalah banjir besar pada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat bagian dalam Masjidil Haram terendam banjir hingga hampir setengah tinggi Ka’bah.

Di beberapa tempat bahkan mencapai leher orang dewasa. Banjir-banjir inilah yang kemudian membuat beberapa tiang mesjid yang terbuat dari kayu menjadi lapuk dan rapuh. Kerajaan Saudi terpaksa harus melakukan perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini.

Banjir sering terjadi di Mekkah karena letak geografis kota tersebut yang diapit beberapa bukit. Hal ini menjadikan Mekkah berada di dataran rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tidak dapat dapat mudah diserap oleh tanah, mengingat lahan Timur Tengah yang tandus. Alhasil banjir bisa berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem drainase kala itu tidak sebaik sekarang.

Selain banjir, berbagai insiden pertumpahan darah tercatat pernah mewarnai sejarah Masjidil Haram. Mulai dari zaman sebelum Nabi Muhammad lahir hingga ke zaman modern di abad ke 20. Beberapa insiden tersebut diakhiri dengan kemenangan para penguasa Ka’bah.

Serangan Gajah
Serangan terhadap Ka’bah yang paling terkenal terjadi pada tahun 571 Masehi, tahun kelahiran Nabi Muhammad. Kala itu, sebanyak 60.000 pasukan gajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman, Abrahah, berencana menyerbu Mekkah dan menghancurkan Ka’bah.

Negara Yaman adalah salah satu negara Kristen besar kala itu. Sebuah gereja besar yang indah didirikan pada pemerintahan Raja Yaman, Habshah. Gereja tersebut bernama Qullais. Abrahah sebagai pembina gereja bersumpah akan memalingkan pemujaan warga Arab dari Ka’bah di Mekkah ke gerejanya di Yaman.

Alkisah, mendengar hal ini, seorang Arab dari qabilah Bani Faqim bin Addiy tersinggung kemudian masuk ke dalam gereja dan membuang hajat di dalamnya. Abrahah marah luar biasa dan bersumpah akan meruntuhkan Ka’bah. Berangkatlah dia beserta tentara terkuatnya, menunggang 60.000 ekor gajah.

Tidak ada satupun kekuatan kabilah Arab Saudi yang mampu menandingi kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari kakek Muhammad, Abdul Mutalib, para penduduk Mekkah mengungsi ke puncak-puncak bukit di sekeliling Ka’bah. Berangkatlah rombongan tentara Abrahah menuju Ka’bah, hendak menghancurkan bangunan mulia tersebut.

Menurut kisah, laju tentara gajah terhenti akibat serangan dari ribuan burung Ababil. Burung-burung ini membawa tiga butir batu panas di kedua kakinya dan paruhnya. Dilepaskannya batu-batu tersebut di atas tentara gajah. Batu yang konon berasal dari neraka itu menembus daging para tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir mengatakan burung-burung itu membawa penyakit cacar yang menyebabkan para tentara Abrahah tewas akibat bisul yang sangat panas.

Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara Abrahah ke Mekkah dinamakan sebagai Tahun Gajah. Kisah ini juga tertulis jelas di surat Al Fiil di kitab suci Al-Quran. “Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Al Fiil: 3-4).

Bentrok dengan Iran
Di zaman modern, insiden paling sering adalah bentrok aparat keamanan Arab Saudi dengan para demonstran asal Iran. Kehadiran para demonstran merupakan perintah dari pemerintah Iran agar para jemaah haji Iran menyampaikan protes terhadap kerajaan Saudi.

Kerusuhan terparah terjadi pada 31 Juli 1987 yang menewaskan 401 orang. Di antaranya adalah 275 warga Iran, 85 warga Arab Saudi, dan 42  jemaah haji asal negara lain. Sebanyak 643 orang terluka, kebanyakan adalah jemaah haji Iran.

Perseteruan antara Arab Saudi dengan Iran sudah berlangsung relatif lama. Dimulai saat Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Salaf kenamaan Arab Saudi, memerintahkan penghancuran beberapa makam yang dikultuskan umat Islam di Hejaz, termasuk makam ulama Syiah Al-Baqi, pada tahun 1925.

Tindakan ini tidak ayal membuat marah pemerintahan dan rakyat Iran yang mayoritas Syiah.  Kemelut pun dimulai, Iran menyerukan penggulingan pemerintahan di Arab Saudi dan melarang seluruh warga Iran pergi haji pada tahun 1927.

Ketegangan bertambah parah setelah pada tahun 1943, pemerintah Arab Saudi memenggal kepala seorang jemaah haji Iran karena membawa kotoran manusia di pakaiannya ke dalam Masjidil Haram di Mekkah.
Iran protes keras dan melarang warganya pergi haji hingga tahun 1948.

Sejak saat itu, demonstrasi jemaah haji Iran terus dilakukan di Mekkah. Ini berkat imbauan Ayatullah Khomeini pada tahun 1971 yang memerintahkan setiap jemaah haji Iran untuk berhaji sambil menyampaikan pandangan politik mereka terhadap pemerintah Arab Saudi. Para jemaah Iran menyebut demonstrasi ini dengan nama “Menjaga Jarak dengan Para Musryikin.”

Pada tahun 1982, situasi kedua negara sempat tenang. Khomeini memerintahkan rakyatnya menjaga ketertiban dan perdamaian, tidak menyebarkan pamflet-pamflet propaganda, dan untuk tidak mengkritik pemerintahan Arab Saudi.

Sebagai balasannya, kerajaan Arab Saudi membebaskan jemaah haji Iran untuk kembali berhaji. Sebelumnya, Saudi membatasi jumlah jemaah haji asal Iran untuk menghindari konflik.

Ketegangan kembali terjadi pada Jumat, 31 Juli 1987. Para jemaah haji Iran melakukan pawai protes menentang para musuh Islam, yaitu Israel dan Amerika Serikat, di kota Mekkah. Ketika sampai di depan Masjidil Haram, mereka diblokir oleh aparat keamanan Arab Saudi, namun mereka tetap memaksa masuk.
Bentrokan berdarah kemudian terjadi yang mengakibatkan situasi kacau dengan beberapa orang terinjak-injak oleh massa yang panik.

Ada beberapa versi pemicu kematian ratusan orang pada insiden ini. Pemerintah Iran mengatakan, aparat keamanan Saudi melepaskan tembakan ke arah demonstran damai, sementara Arab Saudi mengatakan bahwa korban tewas akibat terjepit dan terinjak jemaah yang panik. Akibat hal ini, hubungan kedua negara kembali renggang dan pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan pembatasan jemaah haji Iran.

Mahdi Palsu
Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada 20 November 1979. Kala itu ratusan orang bersenjata menguasai Masjidil Haram dan menyandera puluhan ribu jemaah haji di dalamnya.

Penyanderaan dipimpin oleh Juhaimin Ibnu Muhammad Ibnu Saif al-Otaibi yang mengatakan saudara iparnya, Muhammad bin Abd Allah Al-Qahtani, adalah Imam Mahdi atau sang penyelamat Akhir Zamann.

Dilaporkan sebanyak 400-500 militan Otaibi, termasuk di dalamnya wanita dan anak-anak, mengeluarkan senjata yang mereka sembunyikan di balik baju dan merantai gerbang Masjidil Haram. Mereka memerintahkan para jemaah untuk tunduk kepada Mahdi palsu, Al-Qahtani. Penyanderaan berlangsung selama dua minggu, sebelum akhirnya para militan diberantas oleh pasukan bersenjata gabungan antara Arab Saudi dengan beberapa negara.

Pasukan Arab Saudi sempat dipukul mundur karena hebatnya persenjataan para militan. Seluruh warga Mekkah dievakuasi ke beberapa daerah.

Pasukan kerajaan siap melakukan gempuran mematikan. Namun, mereka harus meminta izin dari ulama besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, yang telah  melarang segala jenis kekerasan di Masjidil Haram. Akhirnya dia mengeluarkan fatwa penyerangan mematikan untuk mengambil alih Ka’bah.

Dilaporkan 255 jemaat haji dan militan Otaibi tewas dalam penyerangan tersebut, sebanyak 560 orang terluka. Dari sisi tentara Arab Saudi, sebanyak 127 tewas dan 451 terluka.

Berbagai cerita berbeda mengisahkan saat-saat penyerangan oleh tentara gabungan Arab Saudi, Pakistan dan Perancis.

Salah satu laporan mengatakan tentara membanjiri Masjidil Haram dengan air dan mengalirinya dengan listrik, menyetrum para militan. Laporan lainnya mengatakan para tentara menggunakan gas beracun. Pasukan Perancis dipanggil karena pasukan Arab Saudi tidak berdaya.

Tentara Perancis ini dikabarkan menjadi Muslim dahulu sebelum masuk Masjidil Haram. Langkah ini mereka lakukan lantaran Masjidil Haram hanya boleh dimasuki oleh umat Muslim. Allahu a’lam. (berbagai sumber/al-ikhwan17)

Preman Dapat Hidayah Karena Traktiran

Admin     09.04    



Dua muslimah dan satu anaknya ini tengah makan siang di sebuah restoran di Jerman. Satu muslimah asal Indonesia, sedangkan yang lainnya adalah muslimah Turki yang menyertakan anaknya.
Keduanya menikmati sajian roti di restauran itu sembari berdiskusi kecil tentang Islam dan aneka kisah kehidupan keduanya.
Berselang lama, datanglah dua orang laki-laki dewasa khas berandalan Eropa. Rambut awut-awutan, logat bahasa kasar dan sorot mata yang bengis. Kedua laki-laki itu, duduk di jarak lima meter dari tempat muslimah yang sedari tadi asik dengan makanan dan obrolan ringannya.
Mulanya, kedua muslimah itu tak hiraukan kedua preman tersebut. Lagipula, keduanya memang tak miliki urusan apa pun. Namun, sebuah dialog antara kedua preman itu memancing emosi salah satu muslimah nan baik hati ini.
Terdengar jelas, salah satu diantara mereka berkata, “Kau tahu mengapa bentuk roti di negeri kita mirip dengan lambang salah satu negara Islam itu?”
Yang ditanya menggeleng, tanpa kalimat. Ia yang bertanya pun menjawabnya sendiri, menerangkan, “Karena kita membenci negara itu. Jadi, ketika kau melahapnya, bayangkanlah bahwa kau juga melahap negeri itu,” ungkapnya diiriingi tawa melecehkan.
Merasa dihina, muslimah asal Indonesia langsung mengambil posisi berdiri, hendak membalas hinaan manusia tak beradab itu. Namun, oleh saudari muslimah asal Turki itu, ia dicegah. Dengan lembut, ia menerangkan, “Aku punya cara yang lebih baik untuk membalas hinaan itu.”
Tak lama kemudian, kedua muslimah itu selesai makan. Ketika mendatangi kasir untuk membayar tagihan, muslimah Turki itu berkata kepada petugas yang melayaninya, “Tolong sekalian dihitung jumlah tagihan dua orang di sebelah sana,” pintanya sembari menunjuk ke arah dua preman itu.
Melihat keanehan ini, sobatnya asal Indonesia bertanya keheranan. Namun, ia yang ditanya hanya menjawab santai, “kelak, kau akan tahu tujuanku.” Keduanya pun berlalu setelah menitipkan secarik kertas kepada kasir untuk disampaikan kepada kedua preman yang ditraktirnya itu.
Setelah selesai dengan makan dan obrolannya, kedua preman itu pun beranjak menuju kasir. Sesampainya di sana, air mukanya nampak kebingungan sebab tagihannya sudah dilunasi oleh seeorang yang sama sekali tak dikenalnya.
Sebelum keduanya beranjak, kasir menyampaikan titipan kertas untuk mereka. Di dalam kertas itu tertulis nama, agama dan alamat email serta ucapan selamat makan.
Dengan terbelalak, timbullah rasa malu di wajah kedua preman itu. Pasalnya, baru saja mereka menghina negara Islam tempat muslimah baik hati itu berasal.
Berselang bulan, terdapatlah pesan di akun email sang muslimah. Tertulis di sana, “Terimakasih. Maafkan atas kelancanganku. Kini, karena hidayah Allah melalui kebaikanmu, aku telah menjadi muslim.”
Subhanallahi walhamdulillahi Allahu Akbar.
(kisahhikmah.com)

Ada Ditengah-Tengah Kita Tanpa Disadari,Tanda Kiamat Sudah Terjadi.

Admin     08.33    



Jika melihat fenomena zaman, tanda-tanda Hari Kiamat itu sudah nyata. Kerusakan sudah merajalela. Kebaikan terlihat dan dipromosikan sebagai keburukan. Sedangkan keburukan memiliki banyak pendukung lantaran dibungkus dengan amat rapi hingga terlihat sebagai kebaikan.
Zina semakin merajalela. Seorang ayah tega menzinai anak atau saudara kandungnya. Seorang menantu tidak segan menzinai mertuanya. Seorang anak tega melampiaskan syahwat kepada ayah atau ibu kandungnya. Dan ragam zina lainnya.
Banyak kasus pula, seseorang dizinai banyak orang. Ramai-ramai. Bergantian. Setelah usai, farji wanita tanpa dosa itu rusak, lalu tembus ke duburnya. Kemudian sang korban dibuang. Tanpa ampun. Tanpa sedikit pun belas kasih. Sungguh, ini bukan fiksi. Bukan kisah atau cerita. Ini fakta dan terjadi di negeri ini. Negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Para pezina juga tak malu melakukan perbuatan tercelanya di tempat umum. Lihat saja di malam minggu. Berapa pasang muda-mudi yang berboncengan layaknya suami-istri, lalu melakukan tindakan yang benar-benar terlarang oleh nilai agama, bahkan moral ketimuran yang selama ini dijunjung dan dipuja-puji.
Selain maraknya fenomena keburukan tersebut, ada satu tanda dekatnya Hari Kiamat yang jarang bahkan tidak disadari oleh kebanyakan kita. Padahal, semua kita mengalaminya. Hampir setiap hari. Kita benar-benar menjalaninya dalam keadaan bernyawa. Tapi kita luput memahami bahwa fenomena itu merupakan tanda dekatnya Hari Kiamat.
Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahumallahu Ta’ala dari sahabat mulia Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Kiamat tidak akan datang hingga waktu terasa berjalan  dengan cepat. Satu tahun terasa satu bulan. Satu bulan terasa satu pekan. Satu pekan terasa satu hari. Satu hari terasa satu jam. Satu jam terasa bagai sepercikan api (yang menyala, kemudian padam.”
Bukankah kita merasakannya saat ini? Waktu berjalan sangat cepat hingga kita tidak menyadarinya. Ingat-ingatlah, rasanya Ramadhan baru berlalu kemarin, tapi dalam hitungan puluhan hari ke depan, kita akan kembali menjumpainya, jika Allah Ta’ala Menghendaki.
Dan bisa
jadi, hari ini kita bergumam, “Sudah sore aja. Padahal, pagi baru saja beranjak.”
Semoga kita sadar dan bergegas mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang abadi di akhirat. Aamiin.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah](kisahhikmah.com)

Kaum Quraisy Dan Yahudi Bertanya Tentang Riwayat Dzulqarnain.

Admin     02.44    



Kisah tersebut menjadi refleksi betapa Dzulqarnain adalah seorang Mukmin yang bertauhid, penyayang, dan tidak menyimpang dari jalan keadilan. Sifat-sifat tersebut membuatnya mendapat perhatian khusus dari Allah SWT. Sebab, sosoknya adalah sahabat bagi para budiman dan pembuat kebajikan, namun musuh bagi para perusak dan budak kejahatan.

Kebesaran Dzulqarnain tersebut juga telah dikenal sebagian kalangan sebelum Alquran diturunkan ke bumi. Oleh karena itu, kaum Quraisy atau Yahudi pernah menanyakan hal tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. 

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman, "Mereka menanyakan kepadamu tentang Dzulqarnain." (QS al-Kahfi [18]: 83). Kendati sifat-sifatnya diuraikan, namun Alquran memang tidak menyebutkan atau menjelaskan secara terperinci perihal siapa sebenarnya Dzulqarnain atau ke mana saja dia menjelajah.

Menurut Dr Yusuf Qardhawi, kisah Dzulqarnain melukiskan tentang contoh seorang raja saleh yang diberi kekuasaan di bumi, meliputi belahan timur dan barat, oleh Allah SWT. Segenap manusia dan penguasa negara tunduk pada kekuasaannya. Kendati demikian, Dzulqarnain tetap istikamah sebagai seorang yang taat dan bertakwa kepada Allah SWT.

Hal ini tergambar ketika dia membangun benteng untuk kaum dhaif yang ketakutan kepada bangsa Ya'juj dan Ma'juj. "Dzulqarnain berkata, ini (benteng) adalah suatu rahmat dari Tuhanku. Maka, apabila sudah tiba janji Tuhanku, Dia pun akan menjadikannya rata dengan bumi (hancur lebur). Dan janji Tuhanku itu adalah benar." (QS al-Kahfi: 98)

Yusuf Qardhawi menilai, terdapat tujuan tersendiri mengapa Allah SWT meriwayatkan kisah Dzulqarnain dalam Alquran. Salah satunya adalah sebagai contoh dan pelajaran kepada seluruh manusia di bumi. Yakni agar mereka tidak congkak dan angkuh ketika memiliki kekuasaan yang besar di tangannya.

Terlebih lagi, dengan kekusaannya tersebut, ia menyepelekan dan mendustakan Allah SWT. Kisah seperti Dzulqarnain telah difirmankan oleh Allah SWT, "Sesungguhnya kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal." (QS Yusuf: 111).(republika.co.id)

Senin, 08 Agustus 2016

Janji Jokowi: Nasib Masjid Amir Hamzah TIM Yang Digusur Jokowi HIngga Kini Tidak Diganti

Admin     09.48    

Sewaktu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widdodo (Jokowi) membuat kebijakan kontroversi dengan merobohkan masjid Amir Hamzah di lokasi Taman Ismail Marzuki (TIM).

Saat itu Jokowi berjanji akan membangun kembali masjid itu dengan lebih besar. Namun dalam kenyatannya, sampai sekarang di kompleks TIM itu tidak ada pembangunan masjid seperti yang dijanjikan Jokowi. Lokasi Masjid Amir Hamzah pun kini diubah. Hanya  diletakkan di basement parkir yang sangat sempit dan pengap.

Budayawan Betawi Ridwan Saidi mengingatkan, tindakan Jokowi yang tidak membangun kembali Masjid Amir Hamzah akan mendatangnkan efek negatif bagi Jokowi.

“Dulu Foke habis saat mau bongkar makam Mbah Priok, Jokowi bongkar Masjid Amir Hamzah nasibnya bisa seperi Foke. Ini bukan masalah ilmiah tetapi fakta adanya,” ungkap Ridwan.

Beberapa pengunjung TIM pun sangat kecewa karena Masjid Amir Hamzah tidak dibangun kembali.

“Masjid hanya di basement dan sempit, harusnya dibangun dengan lebih besar sesuai janji Pak Jokowi,” ungkap Ahmad Budiarto (23) Jumat, 6 Agustus 2016.

Sinta (20) wanita berjilbab ini berharap Masjid Amir Hamzah dibangun kembali.

“Kalau ada masjidnya kaan lebih enak kalau salat. Sekarang ini masjidnya di basement dan sempit lagi,” ungkap mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Berdasarkan pengakuan Sekretaris Pengurus Masjid Amir Hamzah TIM, Arief Wibowo pada 21 Oktober 2013, pembongkaran dan pemindahan masjid yang baru ini akan berlangsung selama dua tahun ke depan.

“Menurut rencana kerja, pembangunan masjid yang baru akan berlangsung dua tahun sejak akhir tahun ini. Supaya jamaah tidak terlantar, masjid sementara kami pindahkan ke basement Teater Jakarta,” kata Arief

Kini telah hampur 3 tahun dari pernyataan tersebut,  tidak ada tanda-tanda pembangunan Masjid Amir Hamzah di lingkungan TIM.

Masjid Amir Hamzah yang dibangun sejak era Gubernur Ali Sadikin ini telah dinobatkan sebagai cagar budaya dan telah banyak melahirkan seniman besar seperti Chaerul Umam, WS Rendra, dan Didi Petet. Namun, masjid bersejarah tersebut akhirnya dibongkar tahun 2013‎.

Dahulu, Masjid Amir Hamzah adalah tempat ibadah yang layak. Namun kini, para seniman, mahasiswa dan pengunjung harus salat di basement. (portalpiyungan.com)

Amarah Wasekjen MUI Terhadap Kedzoliman Minoritas Di Kerusuhan Tanjungbalai Meledak!

Admin     09.11    
Kerusuhan berbasis konflik SARA kembali terjadi di Tanah Air. Setahun lalu konflik serupa terjadi di Tolikara, belahan timur Indonesia. Kali ini, konflik menjalar ke barat Indonesia, tepatnya Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Kali ini, Kiblat.net mewawancarai Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk mengetahui lebih jauh kerusuhan di Tanjungbalai yang terjadi pada Jumat, 29 Mei 2016 lalu. Berikut wawancara Kiblat.net bersama Tengku Zulkarnaen pada Selasa siang, (02/08).

Kiblat.net: Bagaimana Kyai melihat kasus kerusuhan Tanjungbalai ini?

Saya mendengar laporan bahwa yang ditangkap itu orang-orang Islam semua. Kita tidak keberatan kalau anarkis ya ditangkap. Tapi kok pemicunya itu, Meliana itu kok cuma sebagai saksi?

Dia kan melakukan pelecehan agama, maki-maki agama orang. Kalau pemerintah tidak jeli, orang Islam diinjak terus bertambah parah Indonesia ini nantinya.

Masalah Tanjungbalai ini sebenarnya hanya pemicu saja, puncak gunung es. Yang jelas orang Islam di mana-mana selalu mengalami tiga kondisi. Pertama kezaliman, kedua ketertindasan, ketiga ketidak berdayaan. Ini yang sebetulnya harus diselesaikan oleh pemerintah. Sehingga kalau dibakar nantinya tidak terbakar. Kalau yang tiga ini tetap ada di mana-mana nantinya akan mudah terjadi (konflik, red). Sebab di mana-mana sudah tidak tahan.

Dulu etnis Cina ini hanya menguasai ekonomi di zaman orde baru. Sekarang ekonomi sudah mereka kuasai 98 persen. kita beli apa-apa Cina punya. Bikin roti tepungnya Cina, buat ban pabriknya Cina punya. Mau buat rumah pelacuran germo-germonya dia semua. Itu baru ekonomi. Sekarang tanah 70 persen milik Cina. Konglemerat-kongelomerat yang punya kebun sawit, Cina punya jutaan hektar.

Sekarang merambah ke politik, DPR mereka sudah. setelah partai politik dan DPR mereka kuasai, sekarang bupati gubernur mereka rebut, sudah mau nyalon presiden pula Cina.
Jadi rakyat-rakyat ini merasa kita terzalimi, tertindas dan sudah tidak berdaya. begitu datang pemicu, ya meledak lah. Seluruh Indonesia begitu akan terjadi. Kalau yang tiga ini tidak diselesaikan oleh negara.

Kiblat.net: Jadi ini persoalan konflik SARA?

Saya kan ibu saya orang Cina, kakek nenek saya orang Cina. Saya tidak rasis, saya berfikir rasional saja. Jangan sampai rakyat ini sudah merasa terzalimi dia membabi buta. Itu saja saya ingatkan.
Sekarang mau apa kita, mau sekolah cina semua, rumah sakit cina semua, mau kerja masuk bank cina semua?

Di Tanjungbalai itu Cina cuma satu sampai dua persen. Sisanya orang Islam 98 persen. Mereka buat patung budda tiga meter besarnya. Oh, ini hak demokrasi. Iya, tapi kan nggak pantas. Selain hak dipikir juga lah, pakai akal waras.

Akal itu dipakai jangan asal mentang-mentang, asal berhak, nanti orang tidak tahan. Di Bali, kita tahu sejak zaman dulu gubernurnya selalu orang Bali. Kita tidak pernah protes, tidak pernah keberatan, karena memang wajar merek gitu kok adatnya, agamanya. Tapi di Betawi bagaimana, gubernurnya sekarang cina.

Kiblat.net: Bagaimana dengan toleransi, umat Islam yang mayoritas di negeri ini selalu diminta untuk bertolelansi sementara umat minoritas sering kebablasan?

Sekarang kita ini mana orang minoritas yang ditindas? Cina itu tiap rumahnya ada hio, bakar dupa tiap hari. Itu kan baunya asap nyebar ke samping. Tidak pernah kita protes itu. Ibu saya kan orang cina, kampungnya Tiong, Bagansiapiapi. Setiap rumah Cina bakar hio, asapnya itu ke kanan kiri orang Islam tidak ada yang protes. Kita ngerti kok, lakum dinukum waliyadin.(Bagimu agamamu bagiku agamaku, red.)
Itu gereja setiap jam enam pagi jam enam sore bunyi itu (lonceng, red), kita tidak pernah ribut. Itu hak mereka yang wajib kita lindungi. Tidak ada orang Islam protes.

Kok tiba-tiba ada orang Cina datang ke masjid maki-maki orang azan, ya terbakar orang. Kalau saya tidak mungkin silap, saya orang sekolahan. Rakyat yang sudah terzalimi, tertindas dan sudah tidak berdaya tidak punya jalan lain.

Mereka ini marah bukan hanya karena masjid dimaki-maki. Itu hanya pemicu. Mereka memang sudah marah betul, dendam. Mau cari makan susah, mau sekolah tidak bisa, sakit mau berobat tidak ada. Itu yang masalah.

Orang-orang Tanjungbalai itu pencari ikan, pencari kerang. Seluruh kapalnya Cina punya. Dia cuma jadi kuli. Kalau kerja dapat duit, kalau tidak kerja tidak dapat duit.
Jadi Presiden Jokowi tidak usah mendesak-desak rakyat mengatakan, jangan dibesar-besarkan. Ini sudah kejadian seluruh rakyat Indonesia. Saya sudah keliling Indonesia, di mana-mana orang tambah melarat. Bukan tambah baik kehidupan.

Kiblat.net: Jadi menurut Kyai bagaimana penyelesaiannya?

Ya tiga itu tadi. Ketidakadilan, ketertindasan, dan ketidakberdayaan itu harus diselesaikan. Selama itu tidak diselesaikan pemerintah, percayalah negeri ini akan hancur binasa.
Kerusuhan di Tanjungbalai menyebabkan 8 kelenteng dan 2 vihara terbakar.

Kiblat.net: Pascakerusuhan di Tanjungbalai, pengeras suara masjid jadi sorotan dan diwacanakan akan diatur oleh pemerintah, bagaimana menurut Kyai?

Itu menambah rakyat jengkel saja. Gereja tidak diatur bunyi loncengnya. kenapa kita tidak ribut? Iini gara-gara Cina satu saja ribut, diatur seluruh indonesia.

Dulu Sudarmono pernah mencoba itu, di zaman orde baru mau mencoba. Tapi tidak bisa.
Coba kita lihat, di Jakarta, Ahok melarang potong korban di masjid-masjid. Penjajah kafir Belanda kita lawan, Jepang kita lawan, apalagi Cina-cina yang cuma satu dua persen ini. Nanti tidak tahan mereka kalau rakyat sudah lepas kontrol.

Kalau masjid dilarang, saya tambah keras. Pasti melawan. Azan kok dilarang. Kalau ngaji pakai kaset dilarang saya setuju. Tapi kalau azan dilarang kita lebih baik bacok-bacokan saja, perang. Saya mimpin perangnya, kalau dilarang azan pakai pengeras suara itu.

Sedangkan azan di Eropa saja yang selama ini dilarang sudah diizinkan. Di Swedia, di Inggris sudah diizinkan pakai pengeras suara, mereka tahu azan itu bagus. Cuma sebentar, tiga-dua menit.

Jadi tidak menyelesaikan masalah. Salah langkah presiden dan anggota DPR kita kalau yang mau diatur itu adalah azannnya. Yang harus diatur itu tiga itu, jangan serakah. Bagikan keadilan kepada rakyat.

Kita ini sudah kayak dijajah Cina, tanah dia punya, duit dia punya. Sekarang kebijakan shalat pun mau diatur juga. Wah bahaya ini. Jangan main-main api lah. Jangan mengalihkan masalah, masalahnya itu adalah keserakahan etnis Cina. Dulu cuma menguasai ekonomi, sekarang mau menguasai DPR, Gubernur. Semua mau mereka kuasai sampai orang Islam mau azan pun diatur.

Percayalah! Laranglah azan tidak boleh pakai pengeras suara. Tidak akan ditaati.

Kiblat.net: Lalu bagaimana dengan langkah penegakan hukum terkait pelaku kerusuhan di Tanjungbalai?

Meliana itu harus ditangkap sebagai tersangka penghinaan agama. Kalau tidak, maka tidak akan bisa meredam. Semakin dendam malah iya. Nanti ditekan di Tanjungbalai, meledak di tempat lain. Saya sebagai anak bangsa prihatin kalau bangsa saya dihabisi.

Saya sering ke Tanjungbalai, ada satu gerakan Cina di sana, mereka sengaja membeli tanah-tanah di dekat masjid dan mereka tidak mau jual. Sehingga masjid tidak bisa dibesarkan, kanan kiri itu diapit Cina.
Coba periksa, hampir semua masjid di tanjung balai itu kanan kiri depan belakang selalu dibeli Cina dengan harga tinggi dan tidak mau dijual kepada masjid. Sehingga masjid tidak bisa dibesarkan. Kita sudah ada uang mau melebarkan masjid mereka tidak mau jual.

Itu kasus di Tanjungbalai sudah bertahun-tahun. Arogannya bukan main. Ini sudah jadi akumulasi dari arogansi cina dan menyebabkan emosi masyarakat meluap. Terpancing sedikit saja luar biasa.

Kiblat.net: Terakhir, apa nasihat Kyai terkait kasus ini agar tidak terulang di masa mendatang?

Pemerintah ini jangan mengatasi ranting-rantingnya, jangan daun-daunnya saja. Tapi akar penyebab masalahnya. Kenapa warga geram terhadap orang-orang etnis Cina? Itu yang harus diselesaikan, bukan orang diancam-ancam. Tidak bisa orang diancam-ancam.

Bikin peraturan tidak akan menyelesaikan masalah, selama tiga itu: kezaliman, ketertindasan, dan ketidakberdayaan itu tidak dihilangkan dari bangsa Indonesia yang semakin miskin itu. [kiblat.net]

Wasiat Sahabat Abu Bakar Kepada Sahabat Umar Yang Dikenang Sepanjang Hayatnya

Admin     08.15    


Menjelang wafat, Abu Bakar ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menuliskan wasiat kepada Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang baru saja dilantik menjadi khalifah. Wasiat ini membuat merinding. Namun wasiat ini pula yang terngiang-ngiang dalam jiwa Umar hingga terkenal sebagai amirul mukminin yang adil dan zuhud.

“Wahai Putra Khattab, sesungguhnya Allah telah memikulkan tanggung jawab ini pada malam hari, maka janganlah engkau menangguhkannya pada siang hari. Sesungguhnya Allah telah memikulkan tanggung jawab ini pada siang hari, maka janganlah engkau menangguhkannya pada malam hari.

Wahai Putra Khattab, sesungguhnya Allah tidak akan menerima amalan-amalan sunnah sebelum engkau menunaikan amalan-amalan fardhu. Bukankah engkau mengetahui, wahai Umar, bahwa pada hari perhitungan kelak, sesungguhnya neraca amal seseorang akan menjadi berat dikarenakan ia melaksanakan kebenaran. Bukankah engkau juga mengetahui bahwa pada hari perhitungan kelak, sesungguhnya neraca amal seseorang akan menjadi ringan dikarenakan ia membela kepalsuan.


Tidakkah engkau mengetahui, wahai Umar, bahwa Allah menurunkan ayat-ayat harapan dan kebahagiaan di dalam ayat-ayat ancaman dan kepedihan dan ayat-ayat kepedihan di dalam ayat yang ada harapan. Hal ini dimaksudkan agar manusia takut dan sekaligus berharap serta tidak menyeret dirinya pada kebinasaan dan tidak berharap kepada Allah secara tidak benar.
Tidakkah engkau melihat, wahai Umar, bahwa Allah telah menceritakan penderitaan ahli neraka. Jika engkau mengingatnya, maka ucapkanlah dalam batinmu: semoga aku tidak menjadi golongan mereka

Dan tidak kah engkau melihat wahai Umar bahwa Allah telah menceritakan kebahagiaan penduduk surga. Jika engkau mengingatnya, maka ucapkanlah dalam batinmu: semoga aku mampu berbuat seperti apa yang telah mereka perbuat.

Jika engkau menjaga wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang tidak tampak yang paling engkau sukai selain kematian dan memang begitulah seharusnya. Jika engkau menyia-nyiakan wasiatku ini maka tidak ada sesuatu yang tidak tampak namun paling engkau benci selain kematian dan memang begitulah seharusnya yang kau lakukan.” 


*Sumber: Kisah Hidup Umar bin Khattab karya Dr Musthafa Murad

Kisah Inspirasi: Bagaimana Cara Mahasiswa Cerdas Ini Menyadarkan Seorang Dosen Penghina Kitab Alquran?

Admin     08.08    
Kisah ini menyadarkan seorang dosen kenapa umat islam begitu marah ketika orang menghina Al Quran. Cerita ini bagus untuk menyadarkan kita kenapa kita harus menjadikan alquran sebagai bagian dari kehormatan sebagai seorang muslim.

Dosen yang terkenal liberal itu mulai berceramah. Namun, ia tidak langsung masuk ke mata kuliahnya. Ia justru berbicara tentang fenomena umat Islam yang menurutnya pemarah. Ada yang memprotes adzan, marah. Ada yang membakar Al Quran, marah.

Padahal, menurutnya, yang dibakar itu hanya kertas. Sedangkan Al Quran yang sebenarnya ada di lauhul lahfudz. Tak bisa dibakar, tak bisa dilecehkan.

“Saya benar-benar heran dengan umat Islam. Terlalu lebay, menurut saya. Hanya karena ada yang menginjak mushaf Al Quran, mereka marah lalu ribuan orang menggelar demonstrasi di mana-mana. Padahal yang dibakar itu cuma kertas. Hanya media tempat menulis Al Quran. Al Quran aslinya ada di lauhul mahfuzh,” kata dosen itu. “Saya pikir para mahasiswa harus dicerdaskan soal ini.”

Ruang kuliah itu hening beberapa saat. Sebagian mahasiswa agaknya setuju dengan pemikiran sang dosen. Hingga kemudian, seorang mahasiswa yang dikenal cerdas mengacungkan tangan.

“Memang Al Quran itu, hakikatnya ada di lauhul mahfuzh,” katanya sambil berjalan mendekati dosen.

“Maaf, Pak. Boleh saya melihat makalah Bapak?” Wajah mahasiswa lainnya menegang. Mereka khawatir akan ada insiden yang tidak terduga antara mahasiswa yang dikenal sebagai aktifis dakwah itu dengan dosennya yang liberal.

“Makalah ini bagus Pak,” Wajah-wajah yang tadinya sempat tegang kini normal kembali. Namun itu hanya sesaat, karena setelah itu, mahasiwa tersebut melempar makalah ke lantai kemudian menginjaknya. “Sayang sekali analisanya kurang komprehensif”

Tak cukup menginjak. Ia ludahi makalah itu kemudian ia injak-injak lagi. Praktis makalah tersebut menjadi kotor dan rusak.

Di dekatnya, sang dosen melotot. Mukanya merah padam. Kedua telapak tangannya menggenggam erat.

“Kurang ajar! Kamu menghina karya ilmiah saya. Kamu menghina pemikiran saya,” kata sang dosen sembari melayangkan tangannya ke arah mahasiswa. Namun, dengan cekatan mahasiswa itu menangkisnya.

“Marah ya Pak? Saya hanya menginjak kertas. Saya hanya meludahi kertas. Saya hanya melecehkan kertas. Saya tidak melecehkan pemikiran Bapak karena pemikiran Bapak ada di kepala Bapak. Saya kan tidak menginjak kepala Bapak. Saya pikir Bapak harus dicerdaskan soal ini.”

Mendengar itu, sang dosen tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia seperti mendapatkan serangan balik yang mematikan. Segera, buku-bukunya dikemasi dan ia meninggalkan ruang kuliah itu dengan muka merah padam. 

© Liputan Plus. Powered by Blogger.